2020-10-31 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19, setiap negara di dunia (termasuk Indonesia) mengalami resesi ekonomi. Namun, sekarang memasuki era normal baru, dengan dimulainya ekspor besar ikan tenggiri dan ikan dewasa ke China, laju pemulihan usaha kecil dan menengah secara bertahap dimulai.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, mencontohkan peluncuran 27 ton ekspor ikan tenggiri dan kegiatan lempar ikan di China merupakan pengaktifan kembali kegiatan ekonomi. Menurut dia, kerja sama ekspor dilakukan oleh grup PT Anugerah Tangkas Transportindi (ATT) melalui Andaran Export Indonesia Hub (AeXI). Saat ini, PT ATT dan AeXI MSME Export Center telah bermitra dengan Rumah Change untuk menggabungkan produk-produk nelayan dari berbagai daerah, diaspora mencari pasar di China. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Koperasi, mengatakan: “Ini kerjasama yang sangat baik dan memang mendorong ekspor UMKM.” (13/6/2020).

Teten mengakui UMKM tidak bisa di ekspor sendiri, sehingga untuk tumbuh dan berkembang harus bekerjasama dengan banyak pihak. Selain itu, menurut dia, saat ini pemerintah sedang mendorong ekspor produk UMKM. Diperkirakan akan mencapai 14% tahun ini dan dua kali lipat pada tahun 2024. Ia mengakui, Indonesia memiliki potensi perikanan yang besar, dan 96% produk dari sektor perikanan adalah usaha kecil dan menengah. Pada saat yang sama, pasar murah China harus digunakan untuk memajukan roda perekonomian Indonesia. Itu ditunda kemarin karena pandemi Covid-19. Target kami saat ini adalah 14%, dan pada 2024, target kami adalah menggandakan angka itu. Kita bisa mulai konsolidasi produk-produk nelayan Ada 96 lingkaran pers UMKM di bidang perikanan. Potensi ikan kita sangat besar, oleh karena itu ekspor kita ke China saat ini tepat, pasar yang besar. Kata Tenten. Produk UMKM menyediakan layanan business-to-business dan business-to-customer. Pada saat yang sama, AeXI akan membantu mengedukasi, mempertahankan, dan menetaskan produk-produk berkualitas ekspor.

Menteri Koperasi dan UKM mengakui ada 4 komoditas ekspor. Dikatakan bahwa keempat produk ini melibatkan banyak usaha kecil, menengah dan mikro .- “Kami berharap dapat terus bekerjasama untuk mendorong lebih banyak lagi usaha kecil, menengah dan mikro serta menjaga pertumbuhan. Berdasarkan pengalaman banyak negara dan penelitian yang dilakukan UI, UMKM yang bisa berkembang adalah UMKM yang menjalin kerjasama dengan perusahaan besar. Sayangnya, hanya 5% dari kita yang memiliki koneksi dengan perusahaan besar.

Tinggalkan Balasan