2020-10-31 |  Kilas Kementerian

Asianet TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah telah mendistribusikan 1,6 juta alat kesehatan Covid-19 (Alkes) yang diproduksi melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia untuk mendukung pengobatan Covid-19. Bersamaan dengan itu akan didistribusikan dan diberikan secara gratis kepada pokja, rumah sakit, lembaga keagamaan, serikat pekerja / serikat buruh, dll yang memerangi Covid-19 ke BLK, ”kata Menaker Ida saat mengumumkan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) angkatan kedua dan akan Hasil pelatihan pengelolaan dampak Covid-19 tersebut diserahkan ke Balai Latihan Kerja (BBPLK), Banten, Kabupaten Serang, Selang, Selasa (21/7/2020). Dengan pandemi Covid-19, Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) lolos optimalisasi Fungsi BLK (UPTP BLK, UPTD BLK dan BLK Masyarakat) telah mereposisi rencana penanggulangan Covid-19.

Menaker Ida menyatakan akan mempercepat pengelolaan dengan memperhatikan dampak Covid-19 dan menambah sumber daya manusia di daerah. Harus ada sinergi yang kuat antar pemerintah daerah. Kebijakan yang dilaksanakan di daerah harus sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. — “vari menyatakan:” Kebijakan yang dirumuskan adalah “membentuk dan mewujudkan yang bermanfaat bagi rakyat dan berdaya saing. Bagian dari upaya ekosistem ekonomi “. Memberikan laporan Covid-19 kepada pondok pesantren, serikat, perwakilan P3MI dan peserta pelatihan PBK.

Alat kesehatan yang disediakan adalah 1.700 masker; 4.000 masker ; 108 Hazmat; 16 wastafel portabel dan 32 sink otomatis.

“Bagi penerima manfaat yang mendapatkan manfaat dari pelatihan untuk mengelola dampak Covid-19, saya berharap alat ini dapat bermanfaat dan dapat digunakan untuk membantu masyarakat mengatasi Covid-19 Hari, katanya. — Di saat yang sama, General Manager Binalattas Bambang Satrio Lelono dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak merebaknya Covid-19, pihaknya telah menerapkan rencana penanggulangan Covid-19 dengan mengoptimalkan fungsi BLK. Ia mengatakan: “Pelatihan BLK bertujuan untuk menghasilkan produk kesehatan Covid-19.” Bambang Satrio Lelono menambahkan, dari seluruh BLK tersebut, sebanyak 8.876 peserta pelatihan telah membuat alat kesehatan yang dibutuhkan masyarakat untuk mencegah Covid-19. . Pembuatan alat kesehatan melibatkan 23 UPTP BLK, 71 UPTD BLK dan 10 BLK masyarakat.

“Hasilnya, dapat diproduksi sebanyak 1,5 juta masker, 47.000 APD, 50.000 hand sanitizer, 26.000 masker wajah dan 1.116 sink,”

Bambang Satrio menjelaskan Hasil pelatihan penanggulangan dampak Covid-19 di BBPLK Serang sebagian telah disalurkan oleh unit pengendalian Covid-19 di Kota Serang dan Kabupaten Cilegon Kota Lebak. Dan Kabupaten Pandeglang, Walikota Serang Syafrudin, BBPLK Walikota Serang Agung Nur Rohmad, Direktur Ketenagakerjaan Serang Akhmad Benbela, dan anggota Satgas Serangan Covid-19.

Tinggalkan Balasan