2020-10-31 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut mengajak seluruh kapal yang berlabuh dan berlabuh untuk membunyikan 3 (tiga) atau tiga seruling sekaligus pada siang hari ini, Rabu (7 Agustus 2020).

Tiga bip panjang peluit kapal adalah semacam dukungan untuk kenyamanan pergantian awak. Ini adalah tujuan dari gerakan global “memanggil semua kapal ke pelabuhan”. Horns juga ditunjuk sebagai kepala Organisasi Maritim Internasional (IMO) oleh Administrasi Umum Perkapalan.

Direktur Navigasi dan Maritim Kapten Sudino menyatakan bahwa gerakan global “memanggil semua kapal yang berada di dekat pelabuhan.” Dunia: membunyikan klakson juga menjadi salah satu tujuan, dan mendukung diadakannya KTT pergantian pramugari virtual. Menteri Perhubungan, Kamis (9) / 7/2020) juga akan hadir. Tindakan awal yang diambil untuk mencapai tujuan Kapten Sudino berkata: “Karena pandemi Covid-19, pergantian awak / pergantian awak menjadi mudah, dan ini telah menjadi krisis global.” Kapten Sudino percaya bahwa awak atau pelaut harus ditempatkan. Bagi pekerja kunci atau pekerja kunci, terutama selama pandemi Covid-19, penting bagi kami untuk memastikan bahwa rantai pasokan global kami terus mendukung perekonomian nasional di masa-masa sulit ini. Oleh karena itu, penting juga untuk menjaga agar operasi pelayaran atau transportasi laut tetap aman dan efektif, karena 80% perdagangan dunia dilakukan melalui laut.

“Banyak negara yang tidak menggolongkan pelaut sebagai staf utama, sehingga tidak bisa dengan mudah naik atau turun karena pembatasan perjalanan. Kemudian menjadi krisis, karena jika awak kapal tidak bisa diganti, kata Sudiono kapal, bahkan kapal-kapal ini Memfasilitasi 80% perdagangan dunia juga tidak mungkin dinavigasi.

Sudiono terus mengatakan bahwa pergantian kru ini telah menyebabkan penundaan atau hambatan terus-menerus dalam jangka panjang. Rantai pasokan global yang penting, terutama di Covid Selama pandemi -19. -Oleh karena itu, penting bagi perusahaan pelayaran internasional untuk mengganti awak kapal secara global di samping pembatasan yang diberlakukan di setiap negara sebagai tindakan penanggulangan Covid-19. , “Dia berkata.

Menurut Sudiono, pemerintah Indonesia telah berperan aktif dalam mendukung penggantian awak kapal. Pergantian awak kapal, salah satunya untuk memfasilitasi penggantian awak / penggantian personel ekspedisi internasional.Selain itu, pada Virtual Seaman Change Summit mendatang, pemerintah Indonesia menunjuk Menteri Perhubungan Budi Kariya Sumad Perwakilan tersebut juga berencana menandatangani deklarasi bersama menteri untuk mengumumkan dukungannya. Komitmen Indonesia untuk mendorong pergantian kru.

Kapten Sudino menjelaskan bahwa ketika Indonesia menandatangani deklarasi bersama ini, Indonesia mengumumkan komitmennya untuk mengklasifikasikan pelaut sebagai pekerja kunci, sehingga memfasilitasi pelaut untuk bergerak bebas dan menjadi pekerja kunci dalam memberikan layanan penting. – “Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk menyediakan pelaut dengan berbagai fasilitas untuk melakukan proses penggantian dan pemulangan awak kapal, tentunya untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” tutup Sudino. Sebagai informasi, Inggris telah meluncurkan “Virtual Maritime Sum Conference for Crew Change”, dan undangan terbatas pada 17 negara / kawasan yaitu Filipina, Indonesia, Jepang, India, Australia, Jerman, Perancis, Denmark, Norwegia, Belanda, Arab Saudi, Afrika Selatan , Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Amerika Serikat, Singapura, Brasil, dan Kanada. Selain itu, dalam konferensi ini juga mempertemukan enam organisasi internasional yaitu International Maritime Organization, British Chamber of Shipping, International Chamber of Shipping, British Maritime Organization, Labour Organization dan ITF. (*)

Tinggalkan Balasan