2020-10-31 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengimbau seluruh Kantor Sumber Daya Manusia (Disnaker) Indonesia sebagai presiden untuk bekerja sama dan meningkatkan efisiensi dalam pembahasan RUU Cipta Lapangan Kerja (RUU Ciptaker). -Perlu memperkuat kolaborasi dan sinergi untuk meningkatkan materi susunan kata Undang-Undang Ciptaker. RUU tentang cluster tenaga kerja akan segera diserahkan ke Republik Demokratik.

“Perkuat koordinasi pusat dan kerja sama daerah untuk mengatasi permasalahan yang mungkin muncul selama periode ini. Pembahasan cluster ketenagakerjaan RUU Ciptaker DPR RI Panja, dan selanjutnya,” kata Menaker Ida Fauziyah saat itu, dalam pertemuan dengan provinsi di seluruh Indonesia, Senin. Kadisnaker menggelar rapat koordinasi di bidang ketenagakerjaan yang sebenarnya berlangsung di Jakarta (3/8/2020). -Menaker Ida menambahkan bahwa bentuk kolaborasi dan sinergi lainnya selalu mengedepankan kekuatan dialog untuk memenuhi ekspektasi pemangku kepentingan; memberikan pemahaman yang positif kepada pemangku kepentingan terhadap UU Cipta Kerja, khususnya kelompok kerja dan Instansi terkait di daerahnya masing-masing berkoordinasi; dan mendukung serta menggalakkan kegiatan komunikasi publik terkait Bill Ciptaker dari Organisasi Perburuhan.

Menaker Ida menyampaikan bahwa Bill Ciptaker merupakan upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan perlindungan dan kelangsungan kerja, serta meningkatkan perlindungan hak ketika terjadi insiden. PHK.

Ciptaker Bill dirancang untuk memenuhi kebutuhan tantangan kerja. Apalagi saat pandemi Covid-19.

“Bill CK lebih maju dalam melindungi pekerja. Bapak dan ibu juga harus berkomunikasi dengan pemangku kepentingannya. Bill Ciptaker menjawab tantangan ini. Pemerintah menyadari hal itu RUU itu perlu diperbaiki, bahkan Presiden disuruh mendengarkan lagi tuntutan pemangku kepentingan, ”ujarnya.

Menurut Ida, Menteri Ketenagakerjaan, UU Ciptaker tidak hanya ditujukan untuk memberikan kesempatan kerja bagi calon tenaga kerja. — “Yang bekerja juga harus memastikan perkembangannya. Di saat pandemi Covid-19 semakin mendorong kita untuk menyelesaikan UU Kewarganegaraan karena pengangguran memungkinkan kita turunkan menjadi 6,8 juta,” ujarnya . Dengan menuntaskan UU Ciptaker ini, kerja serius akan dilakukan pemerintah dan dinas ketenagakerjaan di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan