2020-10-30 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Industri pembantu rumah tangga, khususnya Pembantu Rumah Tangga (PRT), telah memberikan kontribusi besar bagi keluarga dan perekonomian nasional. bersama. “Indonesia” diselenggarakan oleh KOWANI, Senin (13/7/2020). -Menaker Ida menjelaskan bahwa pembantu rumah tangga memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. Membuatnya cocok untuk pekerja sebagai pembantu rumah tangga dan mendapatkan perlindungan yang memadai.

Perlindungan semacam ini untuk menjamin hak-hak dasar pekerja, untuk memastikan kesempatan yang sama, dan untuk diakui tanpa diskriminasi.

“Ini untuk mencapai kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Menaker Ida menjelaskan:” Hormati martabat manusia dan martabat manusia. -Menaker Ida menambahkan bahwa dalam hal perlindungan PRT, ada dua isu utama: Pertama, kesepakatan kerja antara PRT dan majikan. Dengan kesepakatan kerja yang jelas, jam kerja akan disepakati. Hak dan kewajiban, liburan, liburan, potensi risiko yang mungkin timbul, jaminan sosial, dll. Kedua, penerapan Undang-Undang Standar Perburuhan Internasional, di mana standar ketenagakerjaan akan mengacu pada kesepakatan ketenagakerjaan, dia mengatakan: “Apa yang terjadi pada pekerja rumah tangga adalah karena tidak adanya perjanjian kerja. “-Menaker Ida menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untuk melindungi PRT. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia tentang Perlindungan PRT No. 2 diterbitkan pada 2015.

Permenaker tersebut mengatur perjanjian kerja, PRT dan majikan. Kewajiban, jam kerja, asuransi THR dan perlindungan kesehatan sosial, dan batasan. Usia minimum pembantu rumah tangga.

“Untuk alasan ini, saya mengundang semua orang, mari kita lindungi pekerjaan pembantu rumah tangga di tempat lain, dan mari kita hentikan kekerasan pembantu rumah tangga Perilaku kita mulai dari diri kita sendiri dan perilaku kita, tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan