2020-10-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Pasca keluarnya Surat Edaran Kementerian Perhubungan 2020 SE 12, arahan tersebut terkait dengan petunjuk pergerakan manusia di laut selama periode baru dan biasa pandemi Covid-19, beradaptasi dengan masyarakat yang produktif dan aman. Mengikuti para pionir transportasi laut untuk membantu mobilisasi masyarakat di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan khususnya di kawasan timur Indonesia.

Salah satunya adalah navigator KM. Belt Nusantara 29 lepas landas dari dermaga Pelabuhan Biak pada Minggu (14/6), membawa 239 penumpang menuju Pelabuhan Jayapura. , Oktovianus C. Karubaba, dalam menyesuaikan dengan kebiasaan baru ini, operasi angkutan laut di pelabuhan Biak tetap berpedoman pada SOP Covid-19 Health Agreement, seperti menjaga jarak, menggunakan masker dan sering mencuci tangan agar tetap bersih.

“Sebelum meninggalkan kapal, semua penumpang telah menjalani quick test, disemprotkan disinfektan di kapal, dan pengecekan dokumen penumpang bila perlu. Pemeriksaan harus selesai. Lulus bersama working group Biak Numfor Covid-19 Kartu kuning, surat pemeriksaan kesehatan dari dinas kesehatan dan kantor pelabuhan Biak, “kata Oktavian. Turut didampingi oleh perwira militer di Provinsi Papua, oleh 2 (dua) orang dokter, 4 (empat) orang pejabat dari Dinas Perhubungan Provinsi Papua, 4 (4) orang agen Satpol PP Biak Numfor dan agen pelayaran PT. komposisi. Fajar Lintas Biak. – Ia menambahkan, rapid test tidak hanya dilakukan pada penumpang. Namun, Dinkes setempat juga melakukan quick test terhadap 29 ABK ​​KM Belt Nusantara.

“Sehubungan dengan situasi ini, kami menyarankan agar dalam melakukan operasi angkutan laut di pelabuhan Biak, semua pihak termasuk pejabat lapangan, operator kapal dan masyarakat harus bersama-sama berpartisipasi dalam pelaksanaan penyesuaian pabean baru ini. Dan kita harus taat disiplin dan melaksanakan kesepakatan kesehatan. Covid-19, agar kegiatan transportasi laut dapat berjalan dengan baik dan lancar. ”

Tinggalkan Balasan