2020-10-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah meninjau proyek pembangunan terowongan bawah tanah Jakarta-Bandung Express (KCJB).

Selain peninjauan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), Menaker Ida juga meninjau standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) proyek.

“Kami perlu memastikan bahwa penggunaan TKA sesuai dengan lisensi” Program Pekerja Asing “(RPTKA) (KCIC) yang diajukan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (PT). Setelah inspeksi terowongan, kami memberikan penghormatan kepada Kementerian Tenaga Kerja. 1 Proyek Pembangunan Terowongan KCJB, Jakarta, Senin (27/7/2020) -Penaker Ida mengungkapkan Proyek Strategis Nasional (NSP) KCJB melibatkan Menaker Ida menjelaskan terdapat 12.000 pekerja, 2.000 di antaranya adalah pekerja asing. Sisanya 10.000 tenaga kerja lokal Indonesia. Penjelasan gedung KCJB.

Selain memastikan izin TKA tidak dilanggar, Menaker Ida mengatakan tujuannya mengunjungi area pembangunan jalur KCJB adalah untuk memastikan penggunaan dalam proyek tersebut. Alih teknologi atau knowledge transfer kepada tenaga kerja Indonesia. Kedepannya transfer teknologi ini juga akan melibatkan banyak perguruan tinggi di Indonesia Menaker Ida mengatakan: ‚ÄúTenaga kerja yang saat ini mengerjakan proyek ini juga memberikan ilmu untuk transfer ilmu dari perguruan tinggi di Indonesia. kemungkinan. -Menaker Ida menambahkan bahwa saat ini ia sedang bekerja untuk project manager pengembangan KCJB dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memastikan kelancaran proses transfer ilmu pengetahuan-ia mencontohkan bahwa proyek KCJB merupakan proyek perkeretaapian berkecepatan tinggi pertama di Indonesia. Pihaknya juga ingin memastikan bahwa pembangunan proyek yang semula dijadwalkan selesai pada 2022, sebenarnya mempertimbangkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Ch Teknologi dan alat-alat berat. Ia mengatakan keselamatan kerja menjadi prioritas utama, termasuk kesehatan. Bagaimana regulasi menangani pelepasan korona .— Chandra Dwiputra, General Manager PT KCIC, mengungkapkan pihaknya akan terus melaksanakan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, dan bisa tepat waktu .– – “Kami optimis bahwa kami dapat melakukan ini secepat mungkin. Sasaran kami adalah mulai beroperasi pada 2022, jika seiring berjalannya waktu biaya investasi investor kami menjadi lebih mahal. “

Tinggalkan Balasan