2020-07-09 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Awalnya, Darmono hanya hobi membuat mie. Dalam setiap acara, Kongkow-Kongkow alias Sambom Diplomasi dengan teman-teman selalu memiliki menu sambal, yang merupakan hasil latihan, persiapan dan modulasi tangan Darmono. Darmon berkata: “Orang-orang dapat menanggung kegemaran yang cukup banyak untuk terus mengejar.”

Mengisi buah manis sebenarnya tidak direncanakan. “Dari bahan baku menjadi samba, saya telah memotret proses pembuatan samba. Saya juga memasukkannya ke dalam mode seperti produk samba lainnya yang sudah ada di pasaran,” kata Damon. Setelah video diunggah ke media sosial, itu terjadi bahwa 14 Februari 2020, Darmon membanjiri pesanan. Damon berkata: “Karena pesanan banyak orang, saya baru saja mulai mempertimbangkan untuk menjadi wirausaha samba.” Dengan modal 500.000 rupee, Damon mulai melambungkan produk Sambel di bawah merek eSambelin Cak. ‘Monositosis. Darmono berkata: “eSambelin adalah desaku Madura, yang berarti d├ęsambelin. Saya mencoba mengintegrasikan elemen budaya dan teknis.” Awalnya, pesanan Sambel datang dari komunitas teman. Dari mulut ke mulut, pesanan sambal datang dari komunitas lain.

Sekarang, eSambelin Cak’Mono memiliki lima reseller, reseller ini terus memperluas pasar luar negeri. “Dengan jaringan pasar distributor, kecap saya telah merambah luar negeri, seperti London dan Norwegia. Ini akan segera dibawa ke pasar di Belanda,” kata Damon bangga.

Tidak hanya itu, Damon juga mulai mengembangkan langkah-langkah untuk memasuki pasar peziarah dan peziarah Indonesia. Damon Meng berkata: “Pengalaman yang saya temui selama ziarah membuat sangat sulit bagi para peziarah untuk menemukan Sambal di Tanah Suci. Saya juga menemukan Sambal di Mekah dan sepertinya saya juga menemukan emas. Itulah sebabnya saya berpikir Alasan memasuki pasar Umra dan Korea Utara, “kata Damon. Untuk alasan ini, eSambelin Cak Mono akan berpartisipasi dalam setiap acara Umrah dan Manasik Haji. Darmon berkata: “Saya akan bekerja sama dengan Umrah dan Agen Perjalanan Korea Utara.”

Pasar Kerja Indonesia (TKI) Hong Kong juga telah menjadi target Damon berikutnya. Darmon berkata: “Saya yakin di Hong Kong, mereka benar-benar merindukan kesenangan dari samba Indonesia. Insya Allah, saya ingin pergi juga.” Sejauh menyangkut rasa, tarian samba eSambelin Cak’Mono juga memiliki berbagai rasa. Rasa. Selain saus biasa, ukuran botolnya 150 mm, dan ada variasi rasa ikan teri, petay, dan jagung rebus. Harganya antara Rs 30.000 dan Rs 35.000. Damon Meng berkata, “Pedagang bisa mendapatkan uang kembali atau 5.000 rabat rupee,” ia akan mengikuti varian ikan keripik dan cumi-cumi.

Tinggalkan Balasan