2020-10-30 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan bekerja keras memprediksi bencana hidrologi yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyusul peningkatan curah hujan pada bulan depan.

“Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Selasa, mengatakan,” Ikuti arahan Presiden untuk mengantisipasi bencana hidrologi dan meteorologi. Banyak ekspektasi yang kita buat, terutama di sektor penerbangan dan transportasi laut. 10.

“Kami menghimbau kepada seluruh operator sarana dan prasarana transportasi serta pemangku kepentingan terkait lainnya untuk melakukan upaya antisipasi dan penanganan keadaan darurat,” imbuh Menhub.

Di bidang penerbangan, Kementerian Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran No. 47 tahun 2020 tentang kegiatan penerbangan.Dalam kondisi cuaca yang sangat jarang, karena faktor meteorologi, cuaca yang sangat ringan merupakan kondisi jarak pandang atau jarak pandang terbatas.Layanan informasi meteorologi .

Dalam SE , Memberitahu semua pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran dan memprediksi kondisi cuaca minimum berdasarkan SOP, seperti: informasi tentang perubahan cuaca, instruksi kepada pilot, memastikan keandalan dan akurasi peralatan navigasi udara, dan mengukur jarak pandang landasan pacu. -Kementerian Perhubungan juga melakukan pekerjaan pemetaan dan antisipasi di 15 bandara di wilayah rawan tsunami, seperti: Binaka Gunung Sitoli, Minangkabau, Ngurah Rai, Balikpapan, Mamuju, Luwuk, Ende, Maumere, Melongguane, Ternate, Weda, Buli , Ambon, Manokwari dan Biak. – Sementara itu, di bidang maritim, Menteri Perhubungan telah mempercayakan arahan umum angkutan laut, yaitu arahan Kessatt Coast and Maritime Guard (KPLP) serta navigasi, kawasan navigasi, dan komando nakhoda. Kantor dan otoritas pelabuhan di seluruh Indonesia telah melakukan upaya yang diharapkan.Metode implementasi yang diharapkan adalah: mengeluarkan konsultasi navigasi di bawah cuaca buruk dan angin kencang, l ” persiapan respons yang dioptimalkan oleh Direktur Jenderal Tim Darurat Maritim.

Ini juga mengoptimalkan alat bantu navigasi dan telekomunikasi maritim melalui Maritime Traffic System (VTS), dan berkoordinasi dengan Basarnas dan kapal patroli peringatan. -Dengan mengintegrasikan sistem penerima peringatan generasi baru, Kementerian Perhubungan atau sensor sistem penerima peringatan dipasang di Di pelabuhan-pelabuhan yang rawan tsunami di VTS .

Penerima alarm dipasang di beberapa pelabuhan, seperti Bakauheni, Bali, Ambon, Teluk B Ayur dan Marine Command Center (MCC) yang berlokasi di markas Kementerian Perhubungan di Jakarta ). BMKG memprediksikan bahwa fenomena La Niña akan meningkatkan jumlah kumulatif curah hujan bulanan di Indonesia. Curah hujan diperkirakan meningkat 20% menjadi 40% dari normal.

Tinggalkan Balasan