2020-10-30 |  Kilas Kementerian

Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah menegaskan, pihaknya akan terus mengelola program Covid-19 (terutama pekerja yang di-PHK dan pekerja yang di-PHK) untuk meminimalkan angka pengangguran. Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja berharap bisa mengubah pekerja menjadi pengusaha.

“Kami berharap dapat mendorong wirausahawan mandiri baru dengan membantu pekerja yang terkena dampak Covid-19 menjadi tertarik untuk berwirausaha.” Pemberian bantuan kepada Program Pekerja Mandiri (TKM) di Purwakarta, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (13/8/2020). -Menaker Ida mencontohkan, sebanyak 168 program pendampingan TKM merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada tenaga kerja perempuan untuk menjaga semangat saat pandemi.

“Separuh dari rencana bantuan itu disalurkan untuk para pekerja keras, karena menurutnya perempuan memiliki semangat untuk menjadi wirausaha mandiri. -Penaker Ida memperkirakan pekerja penerima TKM dipecat dan dipecat karena Covid-19. Pekerja yang diberhentikan. Akibatnya, mereka kehilangan pendapatan. Pekerja tidak menyerah dan menyerah pada situasi ini, tetapi mengembangkan pekerjaan mandiri.

“Mengapa memilih perempuan, karena perempuan paling terpengaruh. Oleh karena itu, untuk semangat ini, negara harus hadir untuk menginspirasi teman-teman yang ingin bertahan hidup dan mandiri di masa yang sangat sulit ini, ”kata Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja Budi Hartawan (Budi Hartawan). Didampingi. R. Soes Hindharno, Kepala Dinas Humas. Menaker Ida menambahkan, kegiatan pemberdayaan wirausaha baru TKM ditujukan untuk memajukan industri kecil, terutama yang di dalamnya pekerja perempuan beroperasi melalui peningkatan kreativitas. -Menaker Ida mengungkapkan Hingga 31 Juli 2020, jumlah pekerja formal dan informal yang terdampak COVID-19 telah mencapai 3,5 juta secara nasional.

Tinggalkan Balasan