2020-10-30 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Magelang-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan telah memperoleh data gelombang kedua atau kedua dari 3 juta calon penerima bantuan upah / upah subsidi (BSU) BPJS Ketenagakerjaan. Data tentang 3 juta calon penerima subsidi upah diperoleh dari BPJS Ketenagakerjaan. Kita berharap bisa dibayar minggu ini juga, “kata Menaker Ida kepada Magelang di Jawa Tengah, Selasa (9/1/2020). Sejak pertengahan September 2020 saja sudah mendapat 3 juta data dari BPJS Ketenagakerjaan. Penerima BSU Total target 15,7 juta orang. – Memang kami berharap target akhir September ini bisa mencapai 15,7 juta orang. Tahapannya 2,5 juta, lalu kita kalikan 3 juta di langkah 2. Katanya, harap Artinya, semakin banyak teman yang akan menerima transfer pemerintah.

Proses pelaksanaannya sama seperti langkah awal, yaitu setelah menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan pihaknya akan mengecek datanya terlebih dahulu.

“Setelah itu akan kami kirimkan ke KPPN. Uang tersebut akan langsung ditransfer dari KPPN ke Bank HIMBARA (Perhimpunan Bank Nasional) penerbit program subsidi upah, dan dari Bank HIMBARA langsung ke rekening pekerja yang diuntungkan, ”jelasnya. – Namun, Menaker Ida mengatakan: gelombang pertama Beberapa pekerja telah mengajukan akun yang sudah tidak aktif. Katanya sangat sulit baginya untuk keluar.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Menaker Ida mewajibkan pekerja untuk memastikan akunnya aktif dan tidak menyerahkan dua akun. Berkomunikasi dengan karyawan agar mereka mengajukan akun yang masih aktif.

Langkah kedua pendistribusian BSU adalah setelah kami mengecek ulang 3 juta data. Namun, Ida menanyakan calon penerima BSU tentang pengajuan mereka akun ero dan memenuhi informasi yang diperlukan, tetapi saya belum menerima transfer dari pemerintah, jadi mohon bersabar.Selama teman-teman saya mengajukan akun yang masih berlaku, selama sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, atau memenuhi persyaratan yang ditentukan, Mohon bersabar, tinggal menunggu waktu saja, “ujarnya. Dia menjelaskan. (*)

Tinggalkan Balasan