2020-10-29 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kotak rubia akan bersaing dengan rencana Kalimantan Food Estate (Kota Kato). Diperkirakan selain beras, industri makanan juga menghasilkan berbagai produk yang nilai ekonominya diperkirakan mencapai Rp 14 juta / bulan / orang. Produknya mulai dari berkebun, berkembang biak hingga memancing. Dengan optimalisasi areal seluas 30.000 hektar, integrasi berbagai produk akan membuat petani lebih sejahtera.Dengan diluncurkannya Food Estate Project, perekonomian Kalteng juga terjamin. Lokasinya berada di Belanti Siam di Pandih Batu dan Pulang Pusau di Kalimantan Tengah. Peluncuran dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jokowi. Potensi sektor pangan seluas 164.600 hektar dan sedang dikembangkan metode pertanian hulu-hilir. Dari sekitar 854.500 hektar kawasan fungsional, 79.100 hektar merupakan kawasan fungsional.

“Dari awal program sudah sangat bagus secara ekonomi. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengumumkan pada Kamis (8/10) bahwa semua potensi tersebut telah dikembangkan secara global dan terukur. Syarat usaha. Melalui pengembangan hasil padi, rencana food estate mengalokasikan 10.000 hektar. Rencana tanam pada akhir tahun 2020 diharapkan menghasilkan 8708 hektar. Untuk subkawasan Kapuas rencana tanam mencapai 13.999 hektar, dan potensi areal 30.000 hektar. Beras, nanti bisa memberikan penghasilan 2 juta rupiah / bulan / orang. Kapasitas produksi akan ditingkatkan menjadi 6 ton / ha, dan akan dipanen tiga kali dalam setahun.

“Industri pangan akan menjadi ekonomi baru di Kalimantan Tengah bahkan Indonesia pusat. Kegiatan pertanian dilakukan dalam skala global. “Landasan bisnis. Berbagai macam produk memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain gudang pangan nasional, food village ini akan terus memacu pembangunan ekonomi masyarakat,” jelas Syahrul lagi.

Food Estate Kalimantan Tengah digabungkan dengan produk lain untuk mengembangkan peternakan itik. Ada 2 spesies yang dikembangkan yaitu Bebek Alabimaster-2 Agrinak dan Mojomaster-1 Agrinak. Itik Alabimaster-1 mampu menghasilkan 128 butir telur dalam 6 bulan pertama dengan berat 0,8 gram. Jika Anda berumur satu tahun, outputnya adalah 287 item / ekor. Bebek ini mulai bertelur pada umur 177 hari. Bentang alam kompetitif juga dimiliki oleh bebek Mojomaster-1, yang mulai bertelur pada usia 120 hari. Pada umur 6 bulan, itik Mojomaster-1 akan menghasilkan 120 butir telur / ekor. Pada usia satu tahun, jumlahnya meningkat menjadi 238 elemen / ekor. Telur memiliki berat 60,2 g / potong. Pada umur 1 tahun rata-rata volume penjualan itik adalah Rp 90.000 / ekor. Jual bebek untuk konsumsi daging.

Dengan harga telur itik yang mencapai Rp 2.000 per butir, manfaat ekonomi semakin meningkat. Bila bobotnya 1 kg, dibutuhkan sekitar 20 butir telur bebek. “Integrasi itik dan makanan pokok lainnya ke dalam sektor pangan pasti menguntungkan. Petani memiliki banyak jalur pendapatan dengan nilai potensial. Syahrul mengatakan, dengan citra positif seperti ini, daerah lain di Indonesia bisa mengikutinya.

Selain bebek, Food Estate Hasil perikanan juga terus dikembangkan, jenis ikan yang berkembang adalah ikan lele (Clasias Gariepinus) dan Belmeah Kapar (Belontia Haseti) yang dipelihara dalam keramba berukuran 3x3x1,5 meter. Total sudah dikembangkan 168 keramba. Untuk irigasi sekunder. Dalam 1 keramba dapat ditumbuhkan 500 ekor ikan lele besar.

Pengembangan kompetitif budidaya ikan memiliki banyak keuntungan, nilai ekonomisnya didapat dari hasil panen sekitar 200 gram ikan per ekor. Berat. Dipanen 3 kali setahun, dan harganya mencapai Rp 20.000 / kg. Selain ekonomis, ikan lele juga memiliki nutrisi yang baik. Energi 240 kkal, protein 17,57 gram, lemak 14,53 gram, dan asam lemak omega 3 hingga 13,6 K. Rancangan pertanian pangan untuk menghasilkan pendapatan itu rumit, apalagi metode komersial. “Selain produktivitas, ada banyak manfaat ekonomi. Selain kualitas, kami terus meningkatkan produktivitas melalui inovasi dan teknologi. “Dedi menjelaskan. Selain itu, industri makanan juga mengembangkan budaya Jeruk Siam Pontianak. IdealnyaItu sudah ada selama 1,5 hingga 2 tahun.

Sebagai bagian dari strategi optimalisasi produktivitas, Kementerian Pertanian telah menyelenggarakan banyak kursus pelatihan melalui BPPSDMP. Topik pelatihan meliputi integrasi Rice-Coconut-Quick-Duck. Tumpangsari Padi-Kelapa Gede adalah formasi lain. Kami akan terus mendukung, termasuk memperkuat sumber daya manusia untuk menghasilkan inovasi terbaik. Tentunya jika Food Estate dikembangkan dengan baik, manfaatnya akan luar biasa.

Tinggalkan Balasan