2020-10-29 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mantan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan, sektor pertanian merupakan solusi pamungkas untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan. Pasca pandemi Covid-19, sektor pertanian menjadi penopang utama pemulihan perekonomian nasional.

Oleh karena itu, menurut Menteri Pertanian, gerakan diversifikasi pangan merupakan pilihan yang aman untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Saya berharap semua usaha kecil dan menengah bisa menyelesaikannya. Menteri Pertanian mengatakan pada Rabu (19/8/2020) di pameran pangan UMKM lokal di gedung PIA Kementerian Pertanian di Jakarta, Indonesia bahwa ekspor satu hari dari Indonesia ke dunia. Kopi, makanan dan kue dari semua benua sudah selesai.). Katanya, pihaknya saat ini sedang bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain untuk memperkuat ekspor.

“Saya bekerjasama dengan Kemlu agar kita bisa mendorong produk UMKM non beras , Produk tersebut dapat mendorong ekspor. “-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga turut berpartisipasi dalam virtual video tersebut. Ia mengaku akan terus mendukung seluruh gerakan diversifikasi pangan. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan menggerakkan petani di Jawa Timur untuk menanam pangan lokal yang bernilai pasar.

Menurut Hoffah mengatakan, saat ini Indonesia telah mengubah persepsi masyarakat terhadap makanan lokal yang dianggap tidak menguntungkan. Orang Jawa di timur masih memiliki nasi sebagai makanan utamanya. Jika tidak makan nasi, maka komunitas ini dianggap tidak sejahtera. Pandangan ini sepertinya kita belum makan nasi, rasa haus kita juga sudah berubah, dan kebahagiaan kita sudah membaik. Katanya belum tercapai. Kementerian Pertanian telah memperkuat kerja sama dengan Kementerian Sosial. Sosialisasi pangan lokal.

“Kami berharap bisa bekerjasama dengan Kemensos untuk sosialisasi. Katanya: (*)

Tinggalkan Balasan