2020-10-29 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali menjadi narasumber pada webinar dan prestasi olahraga bertema PON di era pandemi Covid-19. Konferensi tersebut sebenarnya digelar di Situation Room, Lantai 9, Graha, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (25/10). 6 Mei 2020).

Webinar yang digagas Universitas Negeri Surabaya (UNESCO), dihadiri lebih dari 5.000 orang.

“Wabah Covid-19 berdampak cukup besar terhadap kegiatan olahraga. Dampak paling nyata terjadi pada industri pariwisata. Di bidang pariwisata, berbagai kegiatan yang ditujukan untuk wisata olahraga belum diselenggarakan. Selain itu berdampak pada perekonomian sosial. Kita tahu bahwa liga sepak bola, IBL, Pro Liga, dan kegiatan olahraga lainnya macet, dan bukan hanya atlet Menpola yang secara finansial bergantung pada kehidupan (kegiatan olahraga) mereka yang mulai berbicara.

Kemudian, dia berkata lagi, Ini berdampak pada masyarakat dan kesehatan. Dalam pandemi ini, sebaiknya tinggal di rumah (dalam (tentu saja, ini berdampak besar pada kinerja atlet.)

Meskipun dampaknya terhadap olahraga itu sendiri sudah jelas, atlet Namun, pertunjukan dan acara olah raga gagal berperan, dan kegiatan olah raga masyarakat telah dihentikan sama sekali. — Menurut pendapat dan pengalaman ahli dalam pengobatan penyakit dan epidemi, pandemi Covid-19 tidak akan hilang 100%. Pemerintah akan mengeluarkan Perjanjian olahraga baru dalam tatanan normal. Untuk merumuskan perjanjian olahraga akan dikoordinasikan dengan Departemen Koordinasi PMK, Kementerian Kesehatan dan Pokja Covid-19. Ia mengatakan: “Konsep perjanjian olahraga normatif baru, yaitu pemusatan latihan, termasuk latihan mandiri. , Pelatihan virtual atau terisolasi, dan secara ketat membatasi kesepakatan gerakan normatif baru. “

Menpora berbicara tentang hal lain tentang kebijakan organisasi PON XX Papua., Kekuatan ekonomi dan administrasi.

“Sosialisasi dan promosi arena kompetisi dan penyelenggaraan PON XX Papua akan selalu dilakukan melalui penerapan protokol pengobatan dan pencegahan Covid-19. Pemerintah juga terus mengalokasikan dukungan anggaran untuk penyelenggaraannya. Ia menambahkan:“ Bisa dilakukan melalui virtual atau dengan pesanan standar baru Sadarilah area secara mandiri berdasarkan kesepakatan manajemen. ”(*)

Tinggalkan Balasan