2020-10-29 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Wakil Presiden MPR Jazilul Fawaid tiba di Kabupaten Ende di Pulau Flores timur Nusa Tenggara (NTT) pada 28 Juli 2020. Salah satunya digunakan untuk mengunjungi Taman Refleksi Bung Karno. Dahulu, taman yang berdekatan dengan Pelabuhan Ende, Soekarno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda, dan disinilah Soekarno berefleksi pada negaranya.

Saat ini Taman Reflektif Banggano merupakan salah satu situs bersejarahnya. Temukan pohon sukun Pancasila. Saat berkunjung ke taman tersebut, Jazilul Fawaid mengatakan bahwa negara yang hebat adalah negara yang menghargai jasa para pahlawan.

Apa yang dikatakan politisi PKB itu merupakan langkah besar setelah melihat status taman yang ada. “Sedih banget melihat taman ini,” ucapnya.

Katanya, karena merasa terabaikan di taman tersebut, sekalipun ia lahir di Pulau Bawean, Kabupaten Jinshi, pria Jawa Timur, Suga Mutiara yang ditemukan mulia. -Di bawah pohon sukun, Soekarno menuangkan pikirannya dan memeras otak untuk mencari cara menemukan nilai yang bisa mempersatukan Indonesia, Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan berbagai ras, bahasa, agama dan adat istiadat. terdiri dari. Dia menjelaskan: “Bisa menahan negara ini.” Ia mengatakan bahwa di satu sisi negara berharap untuk memperkuat dan memajukan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, namun di mana letak Pancasila, kondisinya masih perlu banyak pembenahan. “Ya,” katanya. Di Taman Reflektif Boncano, harus ada dukungan fasilitas lain, seperti perpustakaan, laboratorium Pancasila, dan dimanfaatkan sebagai tempat pendidikan nasional selama dua hingga empat bulan jika diperlukan. Ia mengatakan, fasilitas tersebut harus sebanding dengan yang ditemukan oleh Sukarno di Ende.

Sebagai Wakil Ketua MPR, ia mengajak seluruh pengusaha, swasta, seluruh masyarakat dan pemerintah pusat untuk membangun dan memajukan Taman Pancasila dan menjadikannya taman yang indah. Ia menambahkan: “Bagi pengusaha, dibutuhkan dana.” Koordinator nasional Nusantara Mengaji mengatakan akan peduli dengan keberadaan taman tersebut. Dia berkata: “Saya akan berlatih untuk meningkatkan eksistensi Boncano yang mencerminkan taman.” Dia menambahkan: “Saya akan terus berjuang untuk taman itu sampai taman itu membaik.”

Tinggalkan Balasan