2020-10-28 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan pegawai Kementerian Pertanian nyaris melakukan halal halal dalam suasana Idul Fitri di Ruang Perang Pertanian (AWR) Kementerian Pertanian. Pertanian, Selasa (26/5). Acara tersebut terkait dengan 650 channel kantor Kementerian Pertanian RI dan pegawai Menteri Pertanian SYL yang menyatakan bahwa tidak ada yang bisa sempurna. Anda pasti telah melakukan kesalahan dan kesalahan di sepanjang jalan. Menurutnya, Idul Fitri adalah kembali ke Fitra dan menjadi motivasi suci karena ingin saling memaafkan. “Tidak hanya itu, kami juga dapat menyelesaikannya secara proporsional, wajar, dan terstandarisasi.”

Makanan halal yang dibuat secara online diakui SYL sebagai pengalaman pertamanya, yang berbeda dari tahun sebelumnya. Menurutnya, semua pihak harus bisa memanen esensi dan kearifan pandemi COVID-19.

“Kami bersyukur atas pandemi. Kematangan teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan teknologi bisa menyatukan pandemi. Kita harus bisa menyelamatkan nyawa besok. Hari ini pasti lebih baik dari kemarin.”

Dalam SYL kali ini mengingatkan Kementerian Pertanian untuk tidak mengandalkan impor sama sekali atas nama kemerdekaan bangsa. Bisnis makanan 267 juta rakyat Indonesia belum dikelola dengan baik. Ia mengatakan: “Impor tidak dilarang. Namun, kemerdekaan negara ini tidak boleh disandera. Jika demikian kasusnya, kita harus melipatgandakan upaya kita. Petani harus didorong dan didorong.” Bahkan dalam kondisi terbatas seperti itu. Integritas karyawan harus melampaui level saat ini dan tidak bekerja setengah hati. Bangsa besar sedang dalam masalah.

Sarana teknis saja tidak cukup untuk memperlakukan sektor pertanian sesuai dengan SYL. Menurutnya, rekayasa sosial pertanian juga diperlukan. Bekerja dengan metode rekayasa sosial dengan cara yang humanistik. Hati dan kasih sayang.

Acara virtual dan persahabatan ini diakhiri dengan permintaan maaf Menteri kepada seluruh karyawan, terutama jika dia melakukan kesalahan dan melakukan kesalahan selama tahun pertama di Kementerian Pertanian.

Tinggalkan Balasan