2020-10-28 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meluncurkan sistem tiket elektronik dan aplikasi pelacakan angkutan bagi pengguna angkutan di terminal Jatijajar pada Senin, 28 September. -Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap sistem tersebut dapat mengurangi risiko penyebaran COVID-19 di sarana dan prasarana transportasi, khususnya di wilayah Jabodetabek. . Sistem ini harus segera kita terapkan pada penggunaan angkutan umum “, kata Menhub Budi. -Menhub Budi menjelaskan, dalam pandemi ini, pemerintah dan masyarakat harus bisa beradaptasi dengan tatanan baru yang dipersonalisasi, alasannya. Alasan optimalisasi teknologi adalah karena angkutan atau angkutan umum digunakan oleh banyak orang, sehingga perlu dilaksanakan protokol kesehatan yang lebih ketat, salah satunya dengan memulai sistem berbasis teknologi.Sistem elektronik berupa layanan digital memiliki tiga Fitur utamanya adalah mendaftar di AKAP (kota antar provinsi), mendaftar di AKDP (kota antar provinsi) untuk mencetak tiket atau boarding pass, dan GO SHOW adalah membeli tiket di ATM. Semakin berdetak .

Aplikasi Tracak Trans merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk para pengguna transportasi khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk memantau risiko penularan COVID-19 di wilayah mereka, dan mereka akan berkendara di wilayah yang dituju. Kendaraan dan di jalan raya sepanjang jalan.

“Jika kita lalai dalam mematuhi peraturan kesehatan dalam sarana dan prasarana transportasi, masyarakat tidak menutup kemungkinan bahwa virus melewati benda mati (seperti uang kertas, uang tunai dan transaksi langsung lainnya). Bentuk) kemungkinan penularan melalui kontak perantara. Sementara aplikasi cross-track juga bisa memantau penyebaran risiko COVID-19 di sekitar wilayah kita, ”jelas Menteri Perhubungan Budi. Dalam pandemi seperti itu, baik agen dari sektor angkutan darat, laut, udara, dan kereta api. BPTJ 1.500 masker juga disediakan dan dibagikan ke PO bus Depok.

“Saya sangat berterima kasih kepada staf di tempat yang selalu menjadi yang terdepan dalam melayani masyarakat selama pandemi, untuk memastikan keamanan, kenyamanan, kebersihan dan Transportasi yang aman sudah siap, membuat transportasi menghadapi risiko tinggi. Mereka juga memantau implementasi perjanjian kesehatan. Karenanya, kami sangat berterima kasih kepada para petugas polisi pos terdepan ini, ”ujar Menteri Perhubungan Budi. -Menhub Budi berpesan kepada Kementerian Perhubungan di semua tingkatan dan masyarakat untuk terus melaksanakan perjanjian sanitasi dengan baik dan tetap optimis dengan kehidupan selama periode pandemi Covid-19 ini. Karena transportasi pada dasarnya adalah urat nadi perekonomian negara.

Tinggalkan Balasan