2020-10-28 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah mengimbau perusahaan untuk melindungi pekerja dalam segala aktivitas bisnisnya, termasuk saat melaksanakan perjanjian kesehatan kerja.

“Sebagai kebiasaan baru atau normal baru, tetapi suka atau tidak, Anda perlu melakukannya, karena sejauh ini tidak ditemukan perangkat lunak antivirus anti-Covid -19.” Jumat, Jawa Tengah, PT Bina Busana Internusa, Semarang, Workplace (19 Juni 2020) -Menaker Ida menganjurkan penerapan protokol kesehatan di tempat kerja, termasuk pemeriksaan suhu secara rutin, terutama sebelum masuk ke tempat kerja, dengan sabun atau Cuci tangan dengan hand sanitizer, gunakan alat pelindung diri berupa masker dan sarung tangan untuk memastikan jarak antar tubuh antara 1 hingga 2 meter.

“Kembangkan gaya hidup bersih dan sehat serta keselamatan dan kesehatan kerja olahraga Mina Ke Aida berkata: “Kita harus terus menggema.” Menurutnya, mencegah penyebaran Covid-19 jauh lebih mudah dan murah dibandingkan pengobatan.

Belum lagi dampak ekonomi dan sosial dari penderita AIDS yang terpapar Covid-1 9 .

“Sekali lagi, kita semua harus sadar bahwa kita harus memaksa diri dan lingkungan untuk mematuhi peraturan kesehatan. Setelah paksaan, lama-kelamaan menjadi kebiasaan, “ujarnya .

Pekerja .

” Bantuan juga kami salurkan kepada pekerja PT. Bina Busana Internusa bekerja keras agar waspada mencegah penyebaran Covid-19 di tempat kerja. Dalam situasi tersebut, Menteri Tenaga Kerja juga menyatakan bahwa di bawah pengaruh pandemi Covid-19, pemerintah telah mengajak dunia usaha untuk secara bertahap memulai kembali kegiatannya guna secara bertahap mengembalikan denyut perekonomian ke normal.

Namun, saat melakukan aktivitas, prosedur sanitasi tidak boleh diabaikan. Ia menjelaskan, di saat yang sama, keselamatan pekerja juga harus terjamin saat bekerja.

Menurutnya, perusahaan yang diinspeksi mendadak telah menetapkan prosedur higienis, seperti pembagian jam kerja (shift) karyawan, sehingga tidak ada yang menumpuk baik saat berangkat, istirahat maupun saat libur kerja.

“Bangkitnya entrep sudah mapan seperti ini. Saya juga ingin memastikan bahwa hak-hak pekerja dihormati melalui pekerjaan biasa,” pungkas Ada. (*)

Tinggalkan Balasan