2020-10-28 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Majelis Nasional Republik Indonesia secara resmi mengesahkan Undang-Undang Cipta Kerja Komprehensif (Ciptaker) di Jakarta, Senin (10 Mei 2020). Upacara pengukuhan juga menimbulkan kontroversi dari seluruh lapisan masyarakat, salah satunya datang dari Federasi Buruh. Ciptaker berencana menggelar aksi mogok nasional pada Selasa (5/10/2020). Berikut pesan Menteri Ketenagakerjaan kepada serikat / serikat buruh:

Kepada rekan-rekan / serikat buruh,

Sejak awal tahun 2020 kita telah memulai dialog tentang UU Cipta Karya, dan kedua belah pihak telah mengesahkan lembaga formal tripartit dan informal. Kami telah mendengar keinginan Anda, dan kami telah memahaminya. Jika memungkinkan, kami akan memasukkan keinginan ini ke dalam tagihan ini. Di saat yang sama, kami juga menerima permintaan dari berbagai kelompok. –Aku mencari keseimbangan. Antara melindungi pekerja dan memberikan kesempatan kerja bagi jutaan pengangguran yang masih belum memiliki penghasilan dan tidak memiliki rasa bangga. Itu tidak mudah, tapi kami melakukan yang terbaik. –Aku tahu beberapa teman kecewa atau tidak puas. Saya menerima, saya mengerti. Ingat, hatiku bersamamu dan yang masih menganggur.

Adapun rencana pemogokan nasional, saya meminta saya untuk memikirkannya dengan tenang, karena situasinya jelas tidak mungkin untuk turun ke jalan dan berkumpul. Angka pandemi Covid masih tinggi dan belum ada vaksinnya.

Pertimbangkan kembali rencana serangan. Baca tagihan penciptaan lapangan kerja ini secara keseluruhan. Kami menerima banyak permintaan dari teman-teman kami. Mengenai kondisi PKWT, outsourcing, dan terminasi, kami tetap mengacu pada hukum yang lama. Persoalan pengupahan selalu bisa mengakomodir keberadaan UMK. Jika seorang teman ingin dihosting 100%, itu tidak mungkin. Tapi lihat hasilnya. Kami akan melihat bahwa hubungan partai kami sangat jelas.

Karena banyak orang telah ditampung, pemogokan itu tidak relevan. Lupakan rencana ini. Jangan mempertaruhkan nyawa, istri, suami dan anak-anak di rumah. Kita perlu menjaganya tetap sehat. –Aku mengundang kita untuk duduk bersama. Bergairah melindungi mereka yang bekerja dan menyediakan pekerjaan bagi mereka yang masih menganggur. Saya berharap dapat melihat teman-teman di meja dialog, bukan di jalan. Saya percaya bahwa kita selalu dapat menemukan kedamaian yang sama satu sama lain. Kami mencoba menyalakan lilin alih-alih menyalahkan kegelapan. (*)

Tinggalkan Balasan