2020-10-28 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Sebagai bagian dari penyusunan prosedur permanen khusus untuk pencegahan tumpahan minyak tingkat ketiga di laut, Kementerian Perhubungan menyelenggarakan Forum Pusat Komando dan Pengendalian Nasional (Puskodalnas) melalui Administrasi Umum Angkutan Laut, yang fokus pada pengelolaan perairan pelabuhan untuk keadaan darurat tumpahan minyak. Prosedur (Metode Protap 3).

Direktur melaksanakan kegiatan di Jakarta mulai tanggal 14-16 September 2020. Perwakilan Penjaga Pantai dan Laut (KPLP), Ahmad mewakili Dirjen Perhubungan Laut. Seluruh kementerian / lembaga anggota Puskodalnas mengikuti acara ini, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Badan Intelijen Nasional Turki, Polandia Disini, SKK Migas, BPH Migas dan PT. Asurasi Tugu Pratama, Indonesia

Ahmad, Direktur KPLP, dalam sambutannya mengatakan Forum Puskodanas merupakan pertemuan rutin untuk membahas peningkatan sinergi guna mendukung sistem koordinasi terbaik dalam penanganan keadaan darurat. Hidrokarbon. Mengembangkan prosedur permanen untuk mencegah tumpahan air dan minyak pelabuhan (Protap Tier 3), yang selanjutnya akan berfungsi sebagai badan usaha pelabuhan rujukan untuk prosedur sekunder tetap yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi / regional / walikota dan tingkat tetap, serta prosedur 1 unit dan manajemen pelabuhan Biro, Kantor Otoritas Pelabuhan, dan Kantor Unit Pengelola Pelabuhan berkolaborasi dalam kegiatan lainnya, “kata Ahmed.

Baca: Kemenhub bekerja sama dengan 4 PTN melakukan penelitian bersama di bidang transportasi kesehatan selama transportasi selama periode pandemi — – “Mari kita jaga kekompakan dan keteguhan seluruh anggota Pskodarnas, agar persiapan program tempur permanen limbah minyak tingkat ketiga dapat berjalan dengan lancar, untuk itu kedepannya kita akan terus garap Ahmed Dijelaskan: “Kami telah mengambil langkah-langkah yang cepat, tepat, efisien dan terkoordinasi untuk menangani tumpahan minyak di perairan dan pelabuhan.” Peraturan pemerintah untuk mencegah pencemaran diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2010, yang mengatur tentang perlindungan laut. Lingkungan, salah satu peraturan mengatur kewajiban pelabuhan dan unit kegiatan air lainnya untuk mencapai tujuan pencegahan pencemaran. Termasuk persyaratan untuk prosedur, personel, peralatan dan bahan, dan pelatihan pencegahan polusi.

Dalam proses penanganan situasi darurat tumpahan minyak di laut telah ditetapkan Peraturan Presiden (Nomor 109 Tahun 2006) terkait pengelolaan. Kajian situasi darurat tumpahan minyak laut, dalam Perpres No 109 tahun 2006, menetapkan bahwa dalam hal penanganan penanggulangan secara komprehensif, jika terjadi kecelakaan tumpahan minyak level 3, tim nasional harus bertanggung jawab untuk menanggapi keadaan darurat tersebut.Jika di Sulawesi Utara Tumpahan minyak terjadi di Provinsi Barat. , Fungsi Timnas adalah menetapkan pedoman dengan menetapkan “prosedur penanganan darurat tiga tingkat” untuk mengembangkan sistem untuk mempersiapkan dan mengatur tanggap darurat jika terjadi tumpahan minyak di laut, “kata Ahmed. Kali ini, Een Nuraini Saidah, Director of Disaster Management and Underwater Engineering Division, yang juga menjadi ketua penyelenggara acara FGD, menambahkan bahwa untuk memahami betul pentingnya pengelolaan air dan tumpahan minyak pelabuhan (Protap lapis ketiga) untuk mempersiapkan prosedur permanen untuk acara tersebut. ), forum kali ini memperkenalkan tenaga ahli di bidang kerjanya masing-masing. Tenaga ahli tersebut berasal dari Kantor Hukum Kementerian Perhubungan, Kementerian Pendidikan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hukum dan HAM, serta PT. Asuransi Tugu Pratama Indonesia. Selain itu, kementerian dan lembaga terkait menyerahkan Donasi akan sangat penting dalam pengaturan Protap Level 3 dan dapat digunakan sebagai panduan untuk menjalankan bisnis secara lokal dengan lebih baik. (*)

Tinggalkan Balasan