2020-10-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan memastikan transportasi laut di Sulsel dan Sulbar berjalan lancar dan normal dalam kurun waktu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Pada angkutan SE 12 2020, pedoman mengenai pelaksanaan pergerakan manusia melalui angkutan laut berada pada masa adaptasi kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan komunitas yang produktif dan aman dari pandemi Covid-19.

Menurut laporan Wisnu Handoko, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Selasa (17/6/2020) saat beberapa kali berkunjung ke Sulawesi Selatan dan beradaptasi dengan kebiasaan pelayaran yang baru. -Membaca: 3 kapal induk AS yang membawa ratusan jet tempur F-18 telah tiba di Laut China Selatan mengunjungi banyak pelabuhan, antara lain UPP Macini Baji-Biringkasi, UPP Garongkong-Awarange, KSOP Pare dan pelabuhan-pelabuhan lain-Pare, UPP Tanjung Silopo, UPP Majene, KSOP Ma muju dan UPP Belang-Belang. Kata Kapten Visnu.

Kapten Visnu mengatakan bahwa seluruh pelabuhan di Indonesia, termasuk pelabuhan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, merupakan mesin penggerak bisnis transportasi laut dalam kurun waktu beradaptasi dengan kebiasaan baru dan harus tetap beroperasi sesuai Covid -19 Peraturan SOP Protokol Kesehatan mencakup menjaga jarak, memakai masker dan sering mencuci tangan. … “Semua awak kapal dan calon penumpang sebelum menaiki kapal harus menjalani tes cepat, menyemprotkan disinfektan di kapal, memeriksa dokumen penumpang jika perlu, dan memiliki dokumen perjalanan lengkap dari kelompok kerja Covid-19 Kementerian.” Kesehatan setempat, Kata Kapten Visnu.

Sehubungan dengan hal ini, Visnu menyarankan agar personel lapangan dan perusahaan operator kapal menerapkan transportasi laut dalam kurun waktu beradaptasi dengan kebiasaan baru, guna menandakan penyebaran pandemi Covid-19. — Baca: Peraturan Kementerian Perhubungan tentang kapasitas penumpang belum dipatuhi: Kehilangan penyedia transportasi-Wisnu berkeyakinan jika awak kapal atau calon penumpang di dalam pesawat tidak memenuhi syarat kesepakatan SOP Covid-19, mereka akan diterjunkan dan tidak bisa digunakan untuk mereka Pelayanan mungkin tidak memperbolehkan boarding.

“Kuncinya semua pihak adalah agen on-site yang baik. Operator kapal dan masyarakat sendiri harus bersama-sama berkomitmen untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru ini dengan disiplin penuh agar bisa mengaplikasikan Wisnu. Lanjut, Covid Perjanjian Sanitasi -19 memungkinkan kelancaran aktivitas transportasi laut.

Tinggalkan Balasan