2020-10-27 |  Kilas Kementerian

Situs resmi TRIBUNNEWS.COM-Global Hunger Index (GHI) menunjukkan bahwa tingkat kelaparan dan malnutrisi di dunia telah turun drastis, dari 28,6% pada 1999 menjadi 9,9%. ratus. Sejak studi ini dilakukan pada tahun 2000, jumlah tersebut menumpuk.

Dalam laporannya, Indonesia mendapat skor 20,1 yang berarti negara tersebut masuk dalam kategori serius karena dari 117 negara yang terdaftar, dan Indonesia berada di peringkat ke-70. Dalam laporan GHI, tiga kategori digunakan untuk penelitian. Kategori pertama adalah kategori rendah yaitu kurang dari 9,9. Kemudian kategori sedang yaitu 10-19,9. Kemudian muncul kategori parah 20-34,9, kategori mengganggu 35-49,9, dan kategori sangat mengganggu melebihi 50.

Sejak 2005, indeks kelaparan Indonesia terus turun hingga 26, dari 8 menjadi 24,9 pada 2010. Angka ini kembali turun menjadi 20,1 pada 2019.

Laporan tersebut dapat menunjukkan bahwa negara tersebut Ketahanan pangan meningkat atau terus membaik. Terkait hal itu, Kuntoro Boga Andri dari Kementerian Pertanian (Kementan), Kepala Dinas Humas dan Penerangan, mengatakan pemerintah khususnya Kementerian Pertanian sangat Berbagai upaya telah dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan negara. Kata Quintoro di Jakarta, Sabtu (20 Juni 2020).

Kementerian Pertanian juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk memimpin gerakan budidaya melalui konsep pertanian keluarga. Karena hanya dengan cara inilah permintaan pangan dapat meningkat dan secara mandiri mendukung gerakan yang lebih besar yaitu optimalisasi lahan pertanian.

“Kuncinya setiap keluarga bisa menyediakan kebutuhan pangannya sendiri. Masyarakat bisa memanfaatkan, misalnya lahan dan ruang terbuka.” Katanya. -Kuntoro menjelaskan bahwa konsep pertanian keluarga dapat menghasilkan pangan yang cukup bagi keluarga dan dapat digunakan sebagai ragam olahan pangan sebagai makanan pengganti bagi masyarakat. Memang bahan yang dipanen seperti umbi-umbian dan tanaman lokal lainnya dapat disulap menjadi berbagai makanan khas nusantara, dan ragam pangan harus dilestarikan. —— “Fakta membuktikan bahwa makanan yang terbuat dari jagung dan sayur mayur merupakan bahan baku dasar yang menarik yang sudah lama digunakan masyarakat di berbagai daerah. Oleh karena itu, jika dilihat dari hasil pekarangannya, selalu ada makanan khas tradisional yang bisa disantap bersama. (Menteri Pertanian) Syahrul Yasin Limpo berkali-kali mengajak masyarakat untuk terus gencar mengembangkan kuliner lokal. Ia berharap dengan cara ini konsep pertanian keluarga dan diversifikasi pangan bisa dikembangkan dengan tepat.

Sebagai acuan, indeks kelaparan global bersumber dari Laporan tinjauan sejawat tahunan yang dirilis bersama oleh Concern Worldwide dan Welthungerhilfe bertujuan untuk mengukur dan mengevaluasi pelacakan kelaparan secara komprehensif dalam skala global, regional dan nasional.

Skor GHI sendiri dievaluasi setiap tahun untuk mengevaluasi kemajuan dan kemunduran dalam memerangi kelaparan . GHI bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang perang melawan kelaparan. Pada saat yang sama, skor GHI menggabungkan empat komponen indikator yaitu gizi buruk, sampah makanan. Anak, anak kerdil dan kematian bayi. (*)

Tinggalkan Balasan