2020-10-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan pengurangan dan pencegahan stunting bukan hanya masalah kesehatan. Namun di luar itu, hal ini terkait langsung dengan bagaimana membangun kebanggaan bangsa.

Menurut Menteri Sosial, penanganan stunting sangat penting. Keterlambatan perkembangan jangka panjang yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak mencukupi akan mengakibatkan sumber daya manusia yang rendah untuk perawakan pendek. Tentunya kualitas sumber daya manusia yang sedemikian rupa sulit untuk diharapkan mampu bersaing di era persaingan antar negara. Generasi yang sehat, cerdas, dan sehat menunjukkan sosok yang tinggi dan kuat. Hanya dengan sumber daya manusia yang unggul kita dapat bersaing dengan negara lain. Menteri Sosial diawali dengan “pertemuan” kerjasama antara Kemensos dan Tanoto Foundation dalam kerjasama Kemensos dan pengurangan keterlambatan: “Hanya wajah langsungnya yang bisa mencerminkan kebanggaan nasional. Jakarta Office ( 28/20) -Menos Juliari mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menunjuk Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan sebagai departemen utama penanggulangan stunting.Kementerian Sosial siap melaksanakan instruksi presiden.

Oleh karena itu, Kementerian Sosial selama ini telah melaksanakan dua program yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (Bantuan Pangan Non Tunai) / BPNT). Menurutnya, kedua program tersebut mencakup cakupan yang sangat luas. Menargetkan dan secara efektif mendukung penanganan masalah stunting — PKH mencakup 10 KPM atau 40 juta, jika satu keluarga memiliki empat. Rencana sembako mencakup 20 juta KPM atau 80 juta dalam keluarga beranggotakan empat orang.- — “Jadi totalnya sudah mencapai sekitar 100 juta orang. Di sisi lain, kedua rencana ini juga memiliki komponen agenda yang terkait langsung dengan kesehatan, ”ujarnya. -Misalnya di PKH ada 7 komponen yang empat di antaranya terkait kesehatan, yakni ibu hamil, balita, dan lansia. Dan penyandang disabilitas. Sisa 3 komponen terkait pendidikan.

Kemudian, indeks program Pangan / BPNT juga meningkat dari semula Rp110.000 / KPM / bulan menjadi Rp150.000 / KPM / bulan (kemudian Covid- 19 Indeks naik menjadi Rp 200.000 / KPM / bulan).

Sesuai aturan kenaikan indeks dari Rp 150.000 menjadi Rp 200.000, jenis makanan juga mengalami kenaikan, yaitu pertama disarankan membeli daging dari beras dan telur Ikan, ayam, dan kacang-kacangan. Transformasi untuk meningkatkan gizi KPM. Makanya, menurut saya sudah sangat besar dengan dua prosedur ini saja, ”ujarnya. -Kerja sama Kemensos dengan Bhakti Tanoto Foundation meliputi pendidikan dan pelatihan di bidang perlindungan sosial sumber daya manusia, penguatan kapabilitas komunikasi untuk perubahan perilaku, sinergi modul pelatihan, dan perluasan. Masyarakat dll. Kerja sama juga terkait dengan peningkatan kapasitas pekerja sosial dalam pengembangan dan pengasuhan anak usia dini. (*)

Tinggalkan Balasan