2020-10-27 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Bambang Soesatyo, ketua Musyawarah Rakyat Indonesia, menegaskan, “Visi Emas Indonesia 2045” bukan sekadar angan-angan.

Inilah arah dan tujuan yang ingin dicapai bangsa Indonesia 100 tahun setelah kemerdekaan. . Lima besar produk domestik bruto (PDB) dunia, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7%, PDB per kapita mencapai US $ 23,199, peran investasi tumbuh 6,4%, pertumbuhan industri sebesar 6,3%, dan peran pertanian sebesar 3,2%.

“Tantangan terbesar adalah jumlah penduduk yang besar, yang diperkirakan mencapai 311 hingga 318 juta. Penduduk berusia 0-14 tahun adalah 62 hingga 65 juta, dan penduduk berusia 15 hingga 64 tahun adalah 205 hingga 207 juta orang. Penduduk usia 65 tahun ke atas mencapai 43 hingga 44 juta jiwa. Kelompok usia produktif antara 15 hingga 64 tahun harus dimaksimalkan agar menjadi kekuatan ekonomi dan sosial. ”Seminar. Kebangsaan: “ Menetapkan Pilar Nasional Menuju Indonesia Emas Tahun 2045 ”, sebenarnya dari MPR Presiden RI, Jakarta, Selasa (28/7/20).

Presiden MAPANCAS 2017-2020 turut hadir dalam rapat tersebut. Habib Syarif Abdullah Medi Sumaedi, Sekjan MAPANCAS 2017-2020 Urik Yanto dan MAPANCAS 2020-2023 Presiden terpilih Pilar Saga Ichsan.

Mantan Presiden MPR ini menegaskan sangat penting dan Pancasila menumbuhkan sumber daya manusia yang berprestasi dengan hati bangsa Indonesia Ideologi menjadi dasar pencapaian medali emas Indonesia tahun 2045. Atas dasar itulah, MPRRI secara luas menyebarluaskan empat pilar Musyawarah Rakyat Indonesia, antara lain Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan ciri-ciri pembinaan bangsa yang bersatu kebhinekaan.

Di Indonesia, hanya prestasi rapuh dan palsu yang akan dihasilkan, karena cenderung mengabaikan seluruh aspek nasionalisme. Kita juga harus menyadari bahwa pesatnya perkembangan globalisasi telah membawa berbagai ideologi dan ideologi global yang tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, bahkan cenderung mengingkari Pancasila. Tarik ada di sana, ” kata Bamsoet. Kepala Kementerian Ketahanan Nasional FKPPI menjelaskan fenomena value loss – generasi muda mulai merasakan nilai Pancasila. Generasi muda tidak mengetahui ungkapan prinsip Pancasila, tetapi mudah menghafal dengan sempurna lirik lagu asing, baris demi baris dan bagian demi bagian.

“Dalam survei pada Mei 2020, komunitas Pancasila Muda memiliki responden muda berusia 18 sampai 25 tahun dari 34 provinsi. Mereka menunjukkan bahwa hanya 61% responden yang percaya dan setuju bahwa nilai-nilai Pancasila sangat penting bagi kehidupan mereka. Penting dan relevan. Ada kebutuhan yang mendesak untuk menampilkan Pancasila di semua tempat umum dan dihidupkan kembali dalam ingatan kolektif setiap anak di tanah air, terutama generasi muda. “Keadilan dan penguatan ketahanan dan pemerintahan nasional digunakan sebagai cara untuk mencapai Medali Emas Indonesia 2045 sistem pendukung. Tak kalah pentingnya, Indonesia juga harus mewaspadai pengungsian negara. Ekonomi politik global dari Asia Barat hingga Asia Timur.

“Tren umum perdagangan internasional akan menjadikan kawasan Asia Pasifik menjadi poros perdagangan dan investasi global. Indonesia berpeluang menjadi pemain utama karena Indonesia memiliki banyak keunggulan seperti sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah. Jangan sia-siakan peluang tersebut, Bamsoet menyimpulkan. (*)

Tinggalkan Balasan