2020-10-26 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (FORPRO) menggelar International Forest Products Conference (ICFP) 2020 pada Selasa (01/09/2020). ICFP 2020 merupakan ICFP ketiga yang diselenggarakan oleh FORPRO.

Acara ini sangat istimewa karena dilakukan secara virtual dan menghadirkan rangkaian topik untuk Simposium Internasional IWoRS (Indonesian Wood Research Society) ke-12. -Pada ICFP 2020 ini, pentingnya inovasi pengolahan hasil hutan bagi masyarakat menjadi fokus perhatian masyarakat, dan tertuang dalam tema “Inovasi pengolahan hasil hutan kepada masyarakat dan pengelolaan hutan dan lingkungan secara lestari”. Menghasilkan hasil yang berkualitas tinggi, menghemat sumber daya, memiliki prospek pasar yang baik dan membawa manfaat bagi masyarakat secara andal.

Agus Justianto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), turut menegaskan tema ICFP 2020.

“Iptek hasil hutan harus bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam kondisi yang sulit. Saat ini wabah COVID-19. Argus mengatakan:“ Hasil hutan harus dikelola dengan teknologi yang tepat untuk memberikan nilai tambah dan berkelanjutan. Minat. “Argus Justianto berharap konferensi internasional yang diadakan dapat memberikan manfaat dan informasi yang berharga bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta inovasi hasil hutan ke depan.

Terdapat 3 pembicara pada ICFP 2020, Kenji Umemura Profesor (Universitas Kyoto), Profesor Nan Hongjin (Universitas Kangwon) dan Dr. Jamaludin Malik (FORPRO) memberikan pembicara dan berbagi informasi yang relevan di bawah bimbingan tuan rumah Frida Lidwina (pembawa berita CNN Indonesia COVID-19 [wanita]) , Serta berbagi pengalamannya dalam pemanfaatan hasil hutan.Dalam sambutannya, Agus kembali mengutarakan bahwa penerapan iptek dapat membekali masyarakat dengan direktur Puslitbang Hasil Hutan dan ketua penyelenggara ICFP 2020 Wening Sri Wulandari menyampaikan hal tersebut pada ICFP 2020 Dalam konferensi tersebut, terdapat 75 teknologi ilmiah dan inovasi yang diajukan oleh peneliti dan sarjana dari berbagai bidang dan institusi profesional.

“Teknologi ilmiah yang diusulkan akan dipublikasikan di IOP Publishing yang diindeks oleh Scopus. Harapan saya, informasi iptek yang diajukan dapat menjadi modal untuk pengembangan kerjasama penelitian dan pengembangan ke depan, ”jelas Wen Ning.

ICFP 2020 dihadiri lebih dari 500 peserta. Dalam pertemuan paralel, peserta dibagi menjadi 12 diperbesar Ruang untuk berdiskusi dan berbagi informasi tentang pencapaian ilmu pengetahuan dan teknologi terkait subtopik pengolahan hasil hutan kayu dan non kayu; biomassa dan energi terbarukan; biokomposit dan nanoteknologi; pengolahan kayu; politik; dan pengelolaan hutan lestari. (* )

Tinggalkan Balasan