2020-10-26 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan pada rapat kerja gabungan keempat DPR RI tersebut bahwa pihaknya tetap berkomitmen memberikan pangan kepada 267 juta orang dengan menetapkan target beberapa produk pada 2021. Masalah pangan sangat penting dan harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, pernyataannya di tengah rapat bahwa dirinya akan mundur sebagai menteri jika menurunkan target tersebut dimaknai sebagai tidak bersedia menurunkan target produksi pangan yang dilihat oleh beberapa pihak. – “Kalau ada yang mau menurunkan target produksi, saya akan berdiri di garis depan dan menolak. Kita harus membela kepentingan petani dan rakyat. Kita harus pakai tangan sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat,” kata Syahrul kepada wartawan. Gedung Parlemen Indonesia, Senin (22/6/2020).

Baginya, upaya negara harus secara legal mencapai produksi pangan. Oleh karena itu, tidak bergantung pada volume impor, sehingga diputuskan untuk terus meningkatkan pendapatan nasional. Produksi, terutama pangan strategis. – Menteri Pertanian SYL mengakui bahwa pandemi Covid 19 secara langsung maupun tidak langsung menjadi ancaman dan tantangan bagi upaya penyediaan pangan. Ia menuturkan, karena distribusi dan kapasitas produksi pangan telah hancur.

“Tapi kami pejabat dari Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertanian, gubernur, bupati, Kamatians dan petani, beliau selalu optimis dengan tujuan yang kami tetapkan untuk diri kami sendiri. Karena ini adalah kebutuhan negara,” ujarnya Mengatakan.

Tinggalkan Balasan