2020-10-26 |  Kilas Kementerian

Tanjong Penang TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyediakan test bed layanan bimbingan elektronik (E-Pilotage) untuk perairan yang berada di pelabuhan Batam dan sekitarnya.

Acara ini dibuka oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut R Agus H Purnomo pada Senin (29/6/2020) di ruang rapat Maritime Command Center (MCC) Administrasi Umum Angkutan Laut secara virtual (video conference) dan kelas Pulau Pandan Biar kawasan transportasi kelas satu pusat VTS Batam. -Untuk acara ini, Direktur Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Otoritas Pelabuhan Khusus Batam dan Direktur Kantor Kepala Pelabuhan Laut, Penanggung Jawab Wilayah Navigasi, Direktur UPT Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktur Utama PT. Persero Cabang Batam Indonesia.

Lulus kedua kalinya pada tanggal 17 Juni 2020 melalui stasiun Batam Vessel Traffic Service (VTS) untuk melaksanakan tes navigasi elektronik (test bench). Stasiun VTS Tanjung Priok Jakarta.

“Kami berharap pada test bed kedua (kedua) ini, semua pihak dapat memberikan bantuan sesuai peran dan tugasnya masing-masing, sehingga kegiatan ini dapat menjadi acuan untuk pelaksanaan peperangan elektronik selanjutnya. Bersamaan dengan peraturan nasional dan internasional yang berlaku, itu adalah test bed eksperimental untuk VTS Benoa dan VTS Tarakan, “kata Managing Director Agus saat membuka test bed E-Pilotage melalui virtual atau video conference, Senin (29/6/2020). .

Kita tahu bahwa sebagai bagian dari penerapan E-Pilotage di perairan Indonesia, Kementerian Perhubungan akan melakukan uji coba melalui badan perantara Administrasi Umum Angkutan Laut. Saya berada di bench di perairan Indonesia, khususnya di Vesse l Traffic Services. (VTS) 4 (empat) stasiun yaitu VTS Batam, VTS Tanjung Priok, VTS Benoa dan VTS Tarakan. Selain meningkatkan pelayanan perlindungan maritim dan keselamatan laut, hal tersebut juga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional dengan memastikan kelancaran logistik di seluruh wilayah Indonesia. -VTS Batam akan memperoleh data dan informasi dengan menerapkan e-piloting pada navigator elektronik, yang sangat penting untuk menerapkan format terbaik untuk mengemudi elektronik di Batam dan sekitarnya. Seperti pelaksanaan tes di VTS Tanjung Pruek. – Kedepannya, jajaran Administrasi Umum Perkapalan, khususnya Administrasi Umum Navigasi, masih akan menjadi tugas yang berat. Mengingat sebaran dan cakupan jumlah pelaut yang banyak di wilayah perairan Indonesia, elektronik (electronic piloting) juga menjadi kendala dalam menentukan rute, sehingga membutuhkan kerja keras dan disiplin terutama dalam hal penyiapan sumber daya manusia dan peralatan. -Sementara itu, Direktur Navigasi Hengki Angkasawan dalam laporannya mengatakan bahwa pengujian panduan elektronik atau pengujian benchmark dilaksanakan-pilot merupakan salah satu rencana cepat dan sukses dari Administrasi Umum Perkapalan, terutama untuk mengoptimalkan VTS Peran Hengki di perairan Indonesia berbunyi: “Electrization (electronic driving) sesuai dengan berbagai karakteristik jalur lalu lintas dan transportasi, serta optimalisasi peran VTS di seluruh Indonesia.” – Menurut Hengki, VTS di Pulau Batam -Selama uji coba, institusi yang terlibat meliputi area navigasi Kelas I PT Tanjung Pinang. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Batam, Kantor Otoritas Pelabuhan Batam dan Otoritas Pelabuhan Khusus (KSOP Khusus) masing-masing memiliki perannya masing-masing dalam pelaksanaan test bed.

Sebagai informasi, mohon dalam pelaksanaan electronic test bed (e-pilot dilakukan oleh VTS Batam pada Senin (29/6/2020)), terdapat 2 (dua) kapal ikut serta dalam bimbingan elektronik untuk singgah di pelabuhan.

Kedua kapal adalah kapal tunda. Kapal yang dilengkapi tongkang yang berisi peti kemas ini merupakan kapal yang perlu dipandu TB Capricon 106 dan TB Capricorn 120 hendak memasuki pelabuhan Batuamper(*)

Tinggalkan Balasan