2020-10-26 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Imigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar (Abdul Halim Iskandar) mengutarakan pentingnya model penyelesaian masalah khas pedesaan. -Menurutnya, jika permasalahan di desa tidak terlalu serius atau tidak begitu penting, maka cukup dengan menyelesaikan permasalahan di desa, sehingga undang-undang tidak selalu menjadi acuan.

Abdul Halim Iskandar atau Menteri Gus yang biasa disapa Menteri mencontohkan penyelesaian persoalan desa, yang kemudian bisa diselesaikan di desa tanpa jalur hukum.

“Saya ingat dengan sangat jelas ketika saya masih sangat muda. Misalnya, jika ada pencuri atau pencuri ayam, dia tidak akan dibawa ke kantor polisi atau polisi segera masuk ke sel, baik sel biasa atau luar biasa. Setelah desa kena sanksi sosial, “katanya-” Dan, biasanya kepala desa yang mengambil keputusan karena karisma, kemampuan, dan martabatnya, sehingga keputusannya diterima oleh seluruh masyarakat. Ia berkata: “Ini yang saya miliki Kata model pemecahan masalah khas desa. “Rsuivi

Menteri Gus percaya bahwa dalam kekacauan nasional yang menyelesaikan berbagai masalah, desa memiliki tanggung jawabnya sendiri dan cara unik untuk menyelesaikan masalah.

Desa berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah warga. Melalui adat istiadat masing-masing desa Dan budaya.

Oleh karena itu Menteri Gus berharap Musyawarah Budaya Pedesaan tahun 2020 dapat berkontribusi hari ini dari perspektif pemikiran tentang budaya baru yang otentik, unik dan inovatif yang didominasi oleh masyarakat pedesaan.

“Mari kita berharap, Konferensi ini akan menjadi penggerak yang sangat penting untuk mengubah dan memperkuat budaya pedesaan di masa depan. Menteri Gus menyimpulkan bahwa dirinya juga memimpin acara pembukaan Konferensi Budaya Pedesaan 2020. Rencananya akan dirilis oleh Sanggar Inovasi Desa pada Rabu (7 Januari 2020). (*)

Tinggalkan Balasan