2020-10-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) telah melaksanakan rencana Propaktani (Rencana Pengembangan Komersial Tanaman Pangan) sejak 2019. Peningkatan kapasitas produksi.

Suwandi, General Manager Tanaman Pangan, mengatakan model bisnis tersebut sudah diujicobakan di Tuban, Lampang, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan tempat lain sejak tahun lalu. Ternyata kinerjanya bagus, sehingga akan direplikasi di 130 daerah mulai tahun ini. Ini akan didukung, dikembangkan dan diperluas ke seluruh wilayah tahun depan. Rencananya akan digelar di Bogor pada Selasa (8 April 2020).

Suwandi menjelaskan bahwa prinsip bisnis yang pertama adalah melakukan pengelolaan usaha di atas lahan yang luas. Menurut kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk realisasi pembangunan pertanian berbasis usaha, dari 10 titik, setiap 500 hektar memiliki lebih dari 500 hektar atau klaster.

“Prinsip kedua adalah pertanian terpadu yang mengintegrasikan komoditas dan produk utama. Dia mencontohkan. Di Indramayu, keunggulan padi melibatkan 3-4 subkawasan. Divisi ini dijalankan oleh sebuah perusahaan, antara lain sayur mayur, paprika, bawang merah, kelapa, itik, sapi, dll. “Ajukan permohonan ke KUR dan bekerjasama dengan perusahaan benih, pupuk dan melati.

Suwandi mengungkapkan, Propaktani berencana memasukkan kegiatan terintegrasi di pertanian dan dari industri pendukung ke pasar hilir, termasuk infrastruktur, mesin pertanian, perkebunan dan aspek lainnya, saat panen dan hilir setelah panen.

Tinggalkan Balasan