2020-10-26 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menpora Zainudin Amali mengatakan, DBL (Development Basketball League) berharap bisa mendorong talenta-talenta muda untuk memberikan layanan kepada para pemain timnas Indonesia. , Jakarta, Senin (6/7/2020) siang. Menurut Menpora, DBL Indonesia memiliki pengaruh yang besar dalam menyemangati pemain muda basket nasional.

“Pengaruhnya pasti besar. Departemen Pemuda dan Olahraga kami menyelesaikan rencana karier olahraga yang hebat. Tanpa pembinaan pemuda, prestasi olahraga tidak akan terlalu bagus.” Men Pola adalah di bidang pemuda, olahraga dan Ucap dalam acara bertema Corona. Pemerintah terus menyampaikan bahwa Menpora bersyukur atas 17 tahun sejarah DBL di 30 kota dan 22 provinsi di Indonesia.

“Terima kasih kepada Mas Azrul Ananda yang telah meluncurkan DBL yang berusia 17 tahun. Terima kasih telah mengatakan kepada Menpola: Saya berharap ke depan pelatihan semacam ini menjadi sumber pemain yang tampil di timnas. Ini untuk kaum muda di semua cabang olahraga. Tujuan dari pembinaan adalah untuk menumbuhkan talenta-talenta muda yang dapat dibina secara bertahap dan akhirnya dibentuk menjadi timnas. DBL merupakan salah satu harapan kita agar para pebasket menjadi tulang punggung timnas basket Indonesia, ”tambahnya. Dia menambahkan. Pada tahun 2023, Indonesia akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Bola Basket Dunia. Meng Pola mengingatkan agar timnas bola basket Indonesia tidak boleh mengikuti kompetisi.

“Jangan sampai timnas kita tidak ikut dalam pertandingan bola basket kejuaraan dunia, karena nanti kita sambut dengan baik. Tentu hal ini sangat disayangkan,” kata Menppola. Untuk itu keberadaan DBL harus bisa dimanfaatkan untuk latihan multi level bola basket nasional. Bagi PB Perbasi, saya berharap bisa secara obyektif merekrut timnas selanjutnya sebagai “posisi”. Pendiri DBL Indonesia Dan CEO Azrul Ananda mengatakan bahwa pada tahun 2020, Liga Indonesia DBL akan memasuki tahun ke-17. -Dia berkata: “Untuk liga sekolah menengah, harus berusia 17 tahun, tetapi pandemi ini telah terjadi dan kami membutuhkan kami Penilaian hati yang komprehensif merupakan sebuah tantangan. “Kami siap untuk terus meningkatkan DBL.” “Saat ini, ada lebih dari 40.000 peserta yang mewakili ribuan sekolah dari 241 kota di Indonesia. 1,5 juta orang berpartisipasi setiap tahun, menjadikannya liga terbesar kedua setelah sepak bola. Saya berharap epidemi ini bisa sangat populer. Cepatlah … (*)

Tinggalkan Balasan