2020-10-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kasdi Subagyono, General Manager Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), meminta seluruh perangkat kerjanya melakukan terobosan dan inovasi sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo. Rencana penanaman induk poros tersebut akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan.

Baca: Menteri Pertanian Syahrul Pantau Persiapan Kurban dan Pantau Ternak di Subang- “Rencana tersebut antara lain pengembangan logistik benih, perbaikan produk, serta produktivitas dan optimalisasi lahan, peningkatan daya saing dan Nilai tambah pangsa pasar, “kata Kasdi saat Musyawarah Pembangunan Pertanian (Musrembangtan) di Aula Utama Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin 13 Juli 2020. -Kasdi mengatakan rencana lain ditujukan untuk memodernisasi perkebunan dan mengoptimalkan pemangku kepentingan. Kemudian, meningkatkan SDM petani kecil dan kapasitas kelembagaan ekonomi. Menurut dia, pagu anggaran lebih banyak ditentukan oleh kepentingan logistik benih, total logistik benih sebesar Rp 1192 miliar atau mencapai Rp 442,8 miliar.

“Untuk meningkatkan produksi, kami menghabiskan Rs 332 crore, jaringan peserta Rs 170 crore, peningkatan nilai tambah, daya saing dan pangsa pasar Rs 152 crore, sumber daya manusia dan lembaga ekonomi perkebunan Rs 74 crore Dan modernisasi perkebunan 200 crore.Perkebunan Nusantara III Reorganisasi 10 anak perusahaan non-PTPN — Dalam hal yang sama, Suwandi, Direktur Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, mengatakan sejauh ini enam prioritas sedang berjalan. Kegiatan, kata dia, enam sumbu tersebut merupakan rencana jangka panjang Kementerian Pertanian.

Keenam aspek tersebut meliputi produksi padi, pengembangan jagung dan gabah lainnya, kedelai dan berbagai pengelolaan umbi, pengelolaan benih, perlindungan tanaman dari OPT dan Pelanggaran KTP P.- “Selain itu, kami juga fokus pada pasca panen, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan, serta gaji, operasional kantor, unit manajemen, biaya agen lapangan dan uang,” ujarnya. Biro Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) ) Dedi Nursyamsi menjelaskan indikator kinerja peningkatan SDM pertanian terus membaik baca: Untuk memacu budidaya anggrek, Menteri Pertanian mendorong Eka Karya Flora memperluas akses pasar – menurutnya peningkatan kualitas karena hal tersebut Faktanya, selama ini Kementerian Pertanian juga fokus pada kegiatan prioritas peningkatan produktivitas yang dipadukan dengan keberlanjutan SDM dan kepastian pasar.Selain itu, Kementerian Pertanian telah memperkuat database petani dan edukasi. Untuk pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian akan melaksanakan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui pembenahan dan penguatan sistem sertifikasi ketrampilan, menjadikan kegiatan industri sebagai prioritas, ucapnya: Gerakan untuk meningkatkan semangat usaha kecil dan menengah pertanian melalui pengusaha pertanian — -Pada saat yang sama, Direktur Biro Prasarana Pertanian (PSP) yang diwakili oleh Walikota Alcingdan, Andi Nur Alam Syah, bertujuan untuk meningkatkan pasokan pangan secara substansial, dan tujuannya adalah untuk memperoleh konsumsi pangan. Dan kualitasnya terus meningkat.Tujuan tersebut antara lain: produksi beras 62,5 juta ton GKG, produksi jagung 25,38 juta ton PK dan produksi daging sapi / kerbau 462.230 ton. Anda sedang memperbaiki 269.884 hektar jaringan irigasi tersier dengan 1.100 pompa air Unit irigasi, 138 unit irigasi pipa, 600 pertanian. Dia menyimpulkan: “Kami menambahkan unit waduk, mengoptimalkan 100.000 hektar lahan, dan mengembangkan proyek reklamasi JUT seluas 20.000 hektar. “(*)

Tinggalkan Balasan